Wednesday, July 15, 2009

SELALU NOMOR SATU

HOME

Tuan XY selalu ingin menjadi nomor satu. Di usia nya yang sudah menginjak kepala 5, ia tetap selalu ingin menang dari orang lain.
Dalam semua kehidupan Tuan XY, tidak pernah luput dari keinginannya menjadi yang nomor satu. Dulu semasa muda, beliau selalu berambisi untuk menjadi juara dalam bidang apa saja. Bila ada lawan yang kira – kira akan menempati posisi nya, Tuan XY langsung naik darah dan berusaha sekuat tenaga menjadi pemenang.
Ternyata, bukan hanya di kehidupan luar saja Tuan XY selalu ingin menjadi pemenang, di dalam kehidupan di rumah sehari hari juga demikian. Tuan XY selalu menjadi orang yang harus didengarkan perintah nya di dalam rumah.
Hari ini, Tuan XY pergi ke suatu acara pernikahan. Sebelum pembawa acara mempersilahkan tamu undangan boleh menyantap hidangan, Tuan XY sudah nomor satu berdiri di depan tumpukan piring. Begitu pembawa acara mempersilahkan menyantap makanan, Tuan XY sudah memegang piring dan mengambil makanan sebanyak banyak nya. Beliau menjadi orang nomor satu yang menyantap hidangan pesta. Hati nya bangga sekali.
Tetapi, kebanggaan Tuan XY tidak berhenti sampai di situ, karena beberapa jam setelah beliau selesai makan, perut nya sakit. Seperti nya Tuan XY lupa bahwa ia tidak bisa makan makanan pedas, dan tadi ia mengambil sambal terlalu banyak. Akhirnya, karena terlalu sakit perut yang beliau rasakan, Tuan XY lari ke rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan. Sesampai di sana, banyak pasien lain yang mengantri. Tuan XY tidak sabar dan mendesak desak perawat agar beliau di dahulukan dengan alasan sakit nya paling parah daripada orang lain.
Dengan mengandalkan sifat selalu ingin nomor satu nya, Tuan XY menggunakan berbagai cara untuk menjadi orang yang harus di obati terlebih dahulu. Beliau sengaja mengerang kesakitan, menjerit dan segala macam cara untuk menunjukkan bahwa beliau adalah orang nomor satu yang paling sakit di rumah sakit itu.
Akhirnya, daripada menimbulkan keributan, dokter datang dan memeriksa Tuan XY. Tampaknya pasien – pasien yang lain juga jadi mengalah untuk mendahulukan Tuan XY, padahal bisa jadi penyakit yang mereka derita lebih parah daripada Tuan XY.
Setelah diberi suntikan penghilang rasa sakit, dan juga diberi sedikit obat penenang, Tuan XY menjadi tenang dan beliau tertidur di ruang IGD rumah sakit.
Dalam tidur nya, Tuan XY bermimpi, beliau di datangi seseorang mengenakan jubah hitam.
“ Tuan XY, ayo bangun…Anda harus ikut saya “ kata orang tersebut
“ Si…si…siapa kamu?” tanya Tuan XY terkejut
“ Saya diutus oleh Tuhan untuk menjemput Anda, waktu Anda di dunia sudah habis, Anda harus ikut saya untuk diputuskan akan masuk ke mana Anda, ke Surga atau ke Neraka. “
“ Haahhhh…apa? Berarti aku sudah mati? Gak gak aku gak mau, masih banyak yang ingin kulakukan di dunia, kenapa gak orang lain saja? Tadi aku lihat banyak yang sakit nya lebih parah dari aku!” protes Tuan XY
“Tuan XY, saya hanya menjalankan perintah sesuai yang tertulis di sini “ orang berjubah hitam itu menyerahkan kertas ke Tuan XY
Tuan XY membaca tulisan yang ada di kertas tersebut, dia langsung lemas membacanya karena di situ tertulis demikian : “ JEMPUTLAH ORANG YANG NOMOR SATU MAKAN MAKANAN YANG ADA DI PESTA PERNIKAHAN TERSEBUT , ATAU ORANG YANG NOMOR SATU DI PERIKSA DOKTER HARI INI, KARENA IA PASTI SELALU INGIN JUGA MENJADI ORANG NOMOR SATU YANG DIJEMPUT HARI INI “( hanya cerita fiktif , ditulis oleh elizatri )

No comments: