Thursday, September 16, 2010

'Maria Diangkat ke Surga' dan Maria disebut sebagai 'Tabut Perjanjian Baru'

"Apa yang bisa saya jelaskan kepada orang yang bertanya tentang 'Maria Diangkat
ke Surga'? Kata mereka, ajaran itu tidak memiliki dasar di Kitab Suci. Kata
mereka pula, Gereja Katolik dipimpin oleh 'Nero' baru, itu sama dengan
anti-Kristus. Karenanya, pada akhir jaman semua yang berada di bawah pimpinannya
akan menerima balasannya. Menurut mereka juga, Gereja Katolik mengada-ada
tentang Maria, Maria disebut sebagai 'Tabut Perjanjian Baru'. Semua pertanyaan
ini ingin saya jawab, tetapi tidak tahu harus menjawab seperti apa?", demikian
keluhan umat yang sudah cukup lama tinggal di Paroki Kelapa Gading.

Fondamintalis Biblis

Untuk membekali umat dalam memperteguh dan mampu mempertangjawabkan imannya itu,
Romo Deshi Ramadhani menggelar seminar bertajuk Apologetika Biblis Katolik.
Dalam konteks tetap menjaga semangat ekumenis, namun tiba saatnya umat Katolik
harus bisa membela imannya.

Fondamentalis Biblis adalah sebuah gerakan yang mencoba menyerang Gereja Katolik
menggunakan tuduhan bahwa dogma-dogma dan ajaran Gereja Katolik tidak
mendasarkan diri pada Kitab Suci. Dengan mengutip ayat-ayat Kitab Suci, gerakan
itu membuktikan kesesatan-kesesatan Katolik.

Pengantar:

Diawali dengan latar belakang apa yang dikatakan oleh gereja tentang hubungan
kita dalam konteks ekumenisme dengan saudara-saudari Protestan dan melihat
tantangan dan contoh argumen mana yang selama ini sering digunakan untuk
menyerang kita. Pada umumnya hubungan kita baik-baik saja walau kenyataan tidak
selalu seperti itu, ada saat-saat di mana hubungan kita menjadi sesuatu yang
seperti perdebatan.

Sementara itu ada perkembangan di luar gereja Katolik yang tanpa kita ketahui
begitu kuat dan pesat mewarnai kekristenan dari gerakan Pentakostal karismatik
bahkan sekarang dikatakan gerakan Pentakostal karismatik menjadi aliran besar
dalam kekristenan setelah Katolik dan Protestan banyak negara yang Katolik
menjadi Pentakostal katrismatik, Brazil misalnya dan Filipin yang pelan-pelan
menuju ke arah itu.

Efeknya adalah banyak orang Katolik yang mudah diyakinkan oleh argumen-argumen
biblis. Sebuah data dari tahun 1994 menunjukkan bahwa anggotanya lebih dari
400juta dengan kecepatan pertambahan 19 juta per tahun. Berarti per hari mereka
mendapatkan 54.000 anggota baru. Diperkirakan ada sekitar 14 000 denominasi di
luar aliran-aliran besar Protestan sendiri sehingga pada tahun 1994 setiap
denominasi, mendapat 3 atau 4 anggota baru tiap hari. Pemasok paling besar
adalah gereja Katolik. Kelompok bekas Katolik ini bertambah begitu cepat karena
daya tarik gerakan Pentakostal. Ada satu ciri yang berjalan beriring dan
bercampur dengan perkembangan pentakostal tersebut yaitu cara penafsiran alkitab
secara fundamentalis sehingga ada istilah fundamentalis biblis.

Fundamentalis vs Katolik Roma

Tahun 1962 Loraine Boettner menulis sebuah buku berjudul Roman Catholicism. Buku
ini menjadi buku pegangan untuk orang-orang Protestan Fundamentalis Biblis garis
keras karena buku ini walau judulnya Roman Catholicism tapi isinya adalah segala
macam pembuktian berdasarkan teks-teks Kitab Suci yang ingin memperlihatkan
bahwa ada banyak hal yang keliru dalam gereja Katolik Roma, banyak hal yang tak
berdasarkan Kitab Suci secara eksplisit. Pernyataan ini ditambah dengan
kesadaran bahwa salah satu ciri fundamentalis biblis adalah mereka sangat
menaruh perhatian pada akhir zaman, ada perhitungan- perhitungan khusus.
Perhatian dititikberatkan pada akhir zaman karena menimbulkan motivasi sangat
kuat agar orang bertobat dan menjadi baik karena kalau tidak akan terlambat.
Dalam dinamika itu banyak orang juga digerakkan oleh buku tersebut dan justru
digerakkan oleh pengalaman rohani, cinta mereka akan Yesus, mereka masuk dalam
kelompok misi untuk mempertobatkan orang katolik.

Orang-orang muda itu berdoa sungguh-sungguh agar ada teman yang Katolik bisa
dipertobatkan karena mereka begitu sedih melihat banyak temannya disesatkan oleh
ajaran gereja Katolik sehingga akan binasa kalau akhir zaman tiba. Mereka punya
sebuah misi yaitu Mission to Catholics International, sebuah bentuk pelayanan
fundamental evangelikal yang ingin merangkul dan menjangkau orang-orang Katolik
dengan pesan keselamatan dari Kitab Suci. Prinsipnya hanya rahmat, hanya melalui
iman, hanya dalam Kristus, kita percaya keselamatan yang diajarkan hanya oleh
kitab suci saja.

BAGAIMANA BERJALAN BERSAMA/UNITATIS REDINTEGRATIO 11

Catatan: tidak semua orang Protestan adalah fundamentalis, tak semua orang
Pentakostal fundamentalis, tidak semua karismatik fundamentalis, tak semua
Protestan anti Katolik tapi ada dari mereka yang anti Katolik. Lalu menjadi
sebuah 'bahaya' karena kenyataan perkembangan karismatik Pentakostal yang
sedemikian cepat karena adanya cara penafsiran fundamentalis yang anti Katolik.

Unitatis Redintegratio 11. dokumen KONSILI VATIKAN II

+ Metode serta cara mengungkapkan iman Katolik jangan sampai menghambat dialog
dengan saudara-saudari kita. Memang seharusnyalah ajaran seutuhnya diuraikan
dengan jelas. Tiada sesuatu pun yang begitu asing bagi ekumenisme seperti
irenisme (sikap "suka damai") palsu, yang merugikan bagi kemurnian ajaran
Katolik, serta mengaburkan artinya yang otentik dan pasti.

+ Iman Katolik hendaknya diuraikan secara lebih mendalam sekaligus lebih cermat,
dengan cara dan bahasa yang sungguh dapat dipahami oleh saudara-saudari yang
terpisah.

Paus Benediktus XVI punya keyakinan bahwa relativisme iman itu membahayakan iman
Katolik. Kita harus berdialog tapi juga harus membela, mempertahankan,
menjelaskan apa yang buat kita menjadi kebenaran iman kita. Artinya kalau mau
berdialog dengan mereka, mau membuka diri untuk berbicara dengan mereka kita
perlu secara serius mempelajari apa yang ada dalam kekayaan kita yang bisa
menjadi bahasa yang sama yang bisa dipahami oleh saudara-saudari yang anti
Katolik itu dan bahasa mereka adalah kitab suci. Bahasa mereka tak ada yang
lain, mereka tak akan mengutip wejangan Paus, Dokumen Konsili Vatikan II, Dogma
gereja Katolik, apalagi ucapan santo-santa, selain itu kita juga, umat dan
hirarki, klerus, para romo, uskup seringkali begitu cepat bersembunyi dalam rasa
aman di balik bungkus yang disebut tradisi, magisterium.

Unitatis redintegratio 21

Akan tetapi dalam dialog sendiri sabda Allah merupakan upaya yang luar biasa
dalam tangan Allah yang penuh kuasa untuk mencapai kesatuan, yang oleh Sang
Penyelamat ditawarkan kepada semua orang.
Dokumen yang sama secara lebih ekplisit mengundang orang Katolik untuk melihat
Kitab Suci. Akan tetapi dalam dialog itu sendiri, sabda Allah merupakan upaya
yang luar biasa, artinya Kitab Suci yang kita miliki adalah upaya yang luar
biasa dalam tangan Allah dan yang penuh kuasa untuk mencapai kesatuan yang oleh
sang Penyelamat ditawarkan pada setiap orang.
Kita yang dipercaya oleh Tuhan untuk ikut serta dalam karya Allah mengusahakan
sabda yang ditulis itu supaya dikenal umat, diberi kepercayaan lebih lagi untuk
lebih serius mengusahakan bahasa Kitab Suci sebagai dasar menjelaskan kebenaran
iman. Bisa lewat analisis refleksi teologis tapi bisa juga dijelaskan hanya
dengan ayat-ayat yang mereka kenal itu.

BEBERAPA CONTOH.

TENTANG 666: Warning 666 is coming

Ini menu kesukaan orang fundamentalis anti Katolik.

Wahyu 13:18
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia
menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang
manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Untuk orang fundamentalis biblis, 666 ini berarti binatang anti-Kristus yang
adalah Paus di Roma. Kitab Wahyu ditulis pada saat jemaat perdana mengalami
banyak pengejaran, penganiaya terbesar adalah kaisar Nero, banyak orang mati di
sana pada waktu itu dan angka 666 ini sebenarnya ditujukan untuk Nero. Tapi para
kaum fundamentalis tersebut mengatakan bahwa 666 itu adalah simbol untuk
siapapun yang berkuasa di Roma, kini yang berkuasa di Roma adalah Paus, maka
jangan heran banyak selebaran di sana-sini yang mengatakan bahwa apa yang
disebut sebagai anti-Kristus adalah Paus dan pengikutnya adalah semua orang
Katolik dan karena itu dia yang memimpin dan segala pengikutnya akan dibasmi
pada akhir zaman karena ketika anak manusia tampil kembali sang anti-Kristus
akan kalah.
Nero dalam tradisi literatur kuno atau antik ditulis dengan huruf-huruf dalam
kata-kata yang juga menjadi simbol untuk jumlah tertentu.
Nun dalam bahasa Yunani = 50
Resh 200
Waw 6
qoph 100
samech 60
NRWN QSR (666) dihitung jumlahnya 666
Para ahli dikejutkan oleh sebuah temuan, sebuah teks yang lebih tua dari teks
yang biasa kita pakai yang waktu itu ditulis tanpa huruf N di belakang NRW QSR,
untuk penulisan nama kaisar Nero sehingga kalau Nun tak ada berarti jumlahnya
hanya 616. Ini teks yang menurut banyak ahli lebih tua tapi kenapa lalu dibuat
bulat supaya jadi 666? Dalam cara penulisan itu huruf N akhir optional, bisa
ditaruh bisa tidak.

Tanggapan:

Dalam Kitab Suci kita ketahun bahwa 7 adalah angka sempurna, jadi 777 itu
sempurna sekali, di sini ingin dijelaskan bahwa ada sebuah kekuatan yang tak
bakal sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, maka untuk kekuatan yang
paling menakutkan itu, simbol yang paling jelas adalah 666.
Seringkali ada orang membuat argumen pokoknya gerejamu anti-Kristus, kamu salah,
ada buktinya. Tetapi kalau mau serius berpikiran sehat sedikit kita akan
memahami bahwa 666 itu adalah Nero, kekuatan yang luar biasa yang membunuh para
pengikut Kristus.

MARIA HAWA YANG BARU/TENTANG MARIA DIKANDUNG TANPA NODA DOSA

Kita akan mencoba menguji ajaran iman dalam dogma Katolik tentang Maria
dikandung tanpa noda, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.
Kelompok Fundamentalis Biblis Anti Katolik mengatakan gereja lewat magisterium,
lewat Paus menambah sesuatu yang baru dalam Kitab Suci karena kalau ditanya
tentang dogma-dogma tersebut maka tak ada ayatnya dalam Kitab Suci. Teks Kitab
Suci tidak mengatakan apa-apa tentang Maria diangkat ke surga maupun Maria
dikandung tanpa noda, tapi kita akan membuktikan bahwa yang dilakukan oleh
Gereja Katolik sangat mendasar pada Kitab Suci.

1. Kej 1:1, kita membaca pada awal mula Allah menciptakan dunia, bdk Yoh 1:1
kita juga mendengar pada mulanya adalah Firman, Firman bersama dengan Allah dan
Firman adalah Allah. Orang yang terbiasa dengan Kejadian 1, atau orang Yahudi
yang mendegar Yohanes akan bilang hati-hati, ini merupakan rujukan pada kisah
Kejadian.

2. Ungkapan tentang terang Kej 1:3-5 bdk Yoh 1:4-5

3. Ungkapan saat Yesus dibaptis, Roh turun melayang Yoh 1:32-33 bdk Kej 1:2
dikatakan Roh Allah melayang-layang artinya orang yang terbiasa dengan kitab
Kejadian akan menangkap sesuatu yang mau dikatakan oleh Yohanes itu berkaitan
dengan Kitab Kejadian

4. Yohanes sangat gemar menghitung hari. Yoh 1:29 (hari ke-2), ayat 35 (hari ke
3), ayat 43 (hari ke-4), keesokan harinya. Dalam Yohanes 2:1 dikatakan pada hari
yang ke tiga berarti hari tersebut dihitung dari hari yang keempat, berarti itu
adalah hari ke tujuh, orang Yahudi yang terbiasa dengan Kitab Kejadian tahu
bahwa pada hari ke-7 Allah beristirahat, maka mereka akan menyatakan bahwa
Yohanes ingin mengatakan sesuatu yang terjadi pada hari ke tujuh. Pada hari ke
tujuh terjadi perkawinan di Kana. Yoh 2:4; 19:26-Yesus berkata: Perempuan,
waktu-Ku belum tiba. Maria disapa sebagai perempuan bukan mami, atau mama tapi
perempuan dan diucapkan lagi oleh Yesus pada saat di salib hai perempuan inilah
anakmu, inilah ibumu. Kata perempuan mengingatkan kita pada Kejadian 2:23,
ucapan bahwa Adam memberi nama perempuan itu Hawa, karena diambil dari
laki-laki. Kata perempuan ini kalau dilihat dalam Wahyu muncul lagi: Why 12:1, 9
perempuan.. ular iblis bdk Kejadian 3:15

5. Eva -><- ave="" baru="" br="" dihadirkan="" hari="" hawa="" lewat="" maria="" perhitungan="" sebagai="" yang="">dan sapaan sebagai perempuan dan dalam Wahyu terjadi bahwa Maria adalah hawa
yang baru. Hawa yang lama diciptakan tanpa dosa, waktu itu belum ada dosa,
diambil dari tulang rusuk, dikasih daging buzz jadi manusia, kalau Hawa yang
lama saja tidak berdosa, Hawa yang baru harus juga tidak berdosa, kalau tidak
bagaimana bisa jadi Hawa yang baru, sehingga gereja mengatakan Maria dikandung
tanpa dosa, karena merumuskan dengan dasar Kitab Suci Maria sebagai hawa yang
baru.

6. Gereja Katolik tak menambah sesuatu yang baru yang tak ada dalam Kitab Suci
sebaliknya gereja Katolik membaca secara serius seluruh isi Kitab Suci, dari
awal Perjanjian Lama sampai akhir Perjanjian Baru dan melihat bahwa Maria adalah
Hawa yang baru sehingga meskipun tak ditulis secara eksplisit, namun ada
kebenaran yang bisa dibuat secara eksplisit oleh Gereja dan Magisterium
mengatakan dia dikandung tanpa noda dosa.

TABUT PERJANJIAN YANG BARU/TENTANG DOGMA MARIA DIANGKAT KE SURGA

Bagaimana Maria dikatakan dalam gereja Katolik di mana ada hari Pesta Maria
diangkat ke surga. Tak ada ayatnya dalam Kitab Suci. Kalau kita melihat 2 Sam 6
bdk Luk 1. 2 Sam 6 berkisah tentang tabut perjanjian yang dibawa ke Yerusalem
oleh Raja Daud, dia menari-nari dan melonjak-lonjak kegirangan karena ada tabut
perjanjian yang dibawa ke Yerusalem lalu orang-orang yang membawa tabut dan
harus berhati-hati, bahkan ada insiden mereka pegang-pegang tabut perjanjian
tersebut dan ternyata salah lalu mati. Tabut Perjanjian tinggal selama tiga
bulan di sana. Bdk Luk 1, kisah tentang Maria yang mengunjungi Elisabet. Ketika
Maria datang ada yang melonjak kegirangan, yaitu bayi dalam kandungan Elisabet,
Elisabet merasa tak pantas, siapakah aku sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku .
Maria tinggal 3 bulan di sana. Untuk orang yang terbiasa dengan 2 Sam 6 maka
mereka akan melihat dengan jelas bahwa kisah dalam Perjanjian Lama terulang
kembali dalam kisah Maria mengunjungi Elisabet. Reaksi dalam tabut Perjanjian
Lama terulang dalam kandungan Elisabet, sehingga dikatakan Maria sebagai tabut
perjanjian yang baru.

ISI TABUT PERJANJIAN LAMA

Dua loh batu -> sabda

Dalam Tabut perjanjian berisi 2 loh batu atau 10 perintah Allah. Juga ada roti
manna, ada tongkat Harun, tongkat imam. Tabut Perjanjian Lama memuat Loh batu 10
sabda 10 perintah Allah, tabut perjanjian yang baru memuat sang sabda menjadi
daging,

Tongkat Imam Harun

Tabut Perjanjian Lama menyimpan tongkat imam Harun, tabut Perjanjian Baru, Maria
mengandung Sang Imam Agung itu sendiri
Ada roti manna sedangkan dalam Tabut Perjanjian Baru, Maria mengandung Yesus
yang adalah Sang Roti Hidup.
HOME

Maka data ini cukup kuat memperlihatkan Maria diperkenalkan sebagai Tabut
Perjanjian yang Baru

Apa yang terjadi dengan tabut perjanjian yang lama?

Lihat Wahyu 11:19 + 12:1 ada penampakan Bait Allah di langit dan tampaklah tabut
perjanjian itu. Tapi kalau melihat dengan lebih cermat, ternyata setelah
penampakan Bait Allah dan tabut perjanjian ke luar, maka terlihatlah seorang
wanita. Artinya kalau Maria adalah Tabut Perjanjian yang Baru dan jelas dilihat
kaitannya sangat erat, maka kalau tabut perjanjian yang lama diangkat ke surga,
Tabut Perjanjian yang Baru pasti juga diangkat ke surga. Dengan dasar ini gereja
Katolik menyimpulkan bahwa Maria diangkat ke surga, tak ada ayatnya tapi kalau
membaca Kitab Suci dengan jelas dari awal sampai akhir maka kesimpulannya tak
bisa lain Maria pasti diangkat ke surga.
Gereja Katolik tak mengada-ada atau membuat sesuatu yang baru tapi membuat
eksplisit apa yang dikatakan secara jelas oleh Kitab Suci. Dengan segala cinta
kita mau berdialog dan terbuka tapi ada saatnya iman kita harus berbicara dengan
bahasa yang mereka punya yaitu bahasa Kitab Suci. Kita diberi tanggungjawab
untuk mengajak umat punya bekal dalam hal ini.

Romo Deshi Ramadhani,
Katedral Jakarta 12 September 2009

Baik dibaca untuk melengkapi BKSN

sumber link
http://gerejastanna.org/apologetika-biblis-katolik-membela-iman-katolik/

No comments: